Wednesday, December 22, 2010

Refleksi Diri : Mengapa Kita Hidup?



SEBUAH PERTANYAAN YANG LALAI UNTUK SELALU KITA JAWAB
Sahabatku di jalan Allah…
Bukalah lembar-lembar sejarah peradaban kita yang penuh cahaya. Di sana ada banyak hikmah yang mengagumkan. Tapi yang terpenting –setidaknya menurut hamba Allah yang lemah ini- adalah kecerdasan mereka menjawab “untuk apa kita hidup?” Perjalanan kita sudah sejauh ini. Mungkin jarak antara kita dengan alam barzakh tidak lagi sejauh jarak yang telah kita tempuh di hari-hari yang lalu. Hm, sudah sejauh ini. Berhentilah sejenak –meski harusnya tidak cukup hanya sejenak-. Tanyakanlah pertanyaan ini pada hatimu saat engkau sendiri, “Untuk apa kita hidup?”
Manusia-manusia agung seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, Al-Hasan Al-Bashri, Ahmad ibn Hanbal, -dan sebutlah nama-nama lainnya dengan bibirmu-. Menurutmu apa yang melebihkan mereka dari diri kita? Sekali lagi, menurutku kerana mereka sangat cerdas menjawab pertanyaan ini dengan amal mereka. Hanya itu.

Sahabatku dalam perjuangan…
Suatu ketika, aku diizinkan oleh Allah untuk menyiapkan penerbitan sebuah buku tentang kehidupan seorang mujahid besar abad ini, Syeikh Ahmad Yasin rahimahullah. Terus terang harus kuakui, saat membaca buku itu, aku seperti baru saja mengenal mujahid yang lumpuh itu. Aku malu. Dan itu bukan basa-basi. Aku benar-benar malu pada Syeikh itu. Menurutmu, dengan sekujur tubuh yang lumpuh seperti itu, apa yang akan engkau lakukan untuk masa depanmu? (Ingatlah, aku tidak sedang bertanya tentang “apa yang akan engkau lakukan untuk ummat ini dengan kelumpuhan seperti itu?”). Mengucilkan diri. Atau mencuba tersenyum dan mencuba bersabar. Bukankah kita patut malu pada Syeikh tua itu? Mengapa kita tidak malu, dengan tubuh yang sedemikian sehat ini saja kita tak pernah benar-benar serius memikirkan masa depan ummat, apalagi dengan segala kelumpuhan fisik.
Hari itu, saat aku usai membaca tentang Syeikh Ahmad Yasin, aku mencatat dalam pengantarku untuk buku itu kalimat-kalimat berikut:
“’Hidup ini sesungguhnya untuk apa?’. Itulah pertanyaan yang seharusnya bergelayut dalam pikiran dan benak kita sepanjang hari. Tidak untuk apa-apa, hanya sekadar untuk mengingatkan kita, apakah kelak bila kematian menjemput, ada jejak yang patut kita banggakan di hadapan Allah Azza wa Jalla di yaumil hisab. Bukankah hingga usia kehidupan kita sejauh ini, kita masih selalu saja melupakan hal itu? Kilap kemilau dunia terlalu sering membuat kita lalai menyiapkan “jejak-jejak kebaikan” yang menebarkan semerbak wewangian mengagumkan di dunia dan di akhirat kelak.

Banyak orang yang hidup. Dan sudah banyak pula yang beranjak menjemput kematian. Ke mana mereka semuanya pergi? Entahlah. Banyak yang meninggalkan dunia, dan menyisakan jejak-jejak laknat pada generasi berikutnya. Dalam pentas sejarah, nama-nama seperti Fir’aun, Qarun, Abu Jahal, Abu Lahab, dan Musailamah Al-Kadzdzab, adalah nama-nama yang menebarkan aroma laknat dan kejahatan. Sungguh jauh, ya, sangat jauh dengan aroma rahmat yang ditebarkan oleh Musa, Muhammad, Abu Bakr Ash-Shiddiq, Umar ibn Al-Khathab dan kafilah yang mengikuti mereka.

Banyak orang yang hidup. Fizikal mereka sihat dan sempurna. Tapi saat kematian menghampiri, hampir tak satupun jejak-jejak kebaikan yang dapat dikenang dari mereka. Mereka pergi begitu saja dari dunia ini, tanpa ada yang kehilangan. Ada yang menangisi, tapi hanya untuk beberapa saat. Setelah itu, nama dan jejak mereka tak lagi pernah disentuh. Miris. Tentu saja. Tapi mungkin seperti itulah akhir hayat manusia yang tak pernah bertanya dengan jujur, “Hidup ini sesungguhnya untuk apa?”.

Dulu –tapi belum lama-, seorang lelaki tua dan lumpuh pernah hidup di antara reruntuhan negeri dan bangsanya. Bagi manusia berhati lemah, reruntuhan itu mungkin tak akan pernah menyisakan harapan. Tapi tidak bagi “manusia berjiwa langit” ini. Kekuatan hatinya terlalu perkasa untuk dikalahkan oleh kelumpuhan fiziknya. Lihatlah wajah dan senyumnya! Dari situ saja, engkau akan mendapatkan energi kehidupan. Kekuatan dan energi itulah yang membuatnya menjadi manusia paling ditakuti oleh bangsa paling “cerdik” (baca: cerdas tapi licik) di dunia, Israel. Padahal menggerakkan tangannya saja ia tak sanggup, apalagi menarik pelatuk senjata.

Dan hari itu, 22 Mac 2004, di sebuah subuh yang dingin, pria tua dan lumpuh itu meraih impian tertingginya. Ketakutan Israel yang semakin membuncah mendorong mereka untuk menembakkan rudal dari sebuah helikopter Apache buatan Amerika…hanya untuk membunuh seorang datuk yang bahkan untuk menggerakkan kepalanya saja ia tak sanggup. Subuh yang dingin itu menjadi saksi. Tembok-tembok rumah yang tertumpah darah itu pun kelak menjadi saksi, bahwa di tanah itu, seorang “panglima berkerusi roda” memenuhi janji Tuhannya.

Ahmad Yasin, nama datuk tua yang lumpuh itu. Ada banyak kata untuknya. Dan buku kecil ini adalah “sedikit kata” tentangnya. Jika hingga detik ini, Anda belum juga menemukan jawaban untuk “Hidup ini sesungguhnya untuk apa?”, bacalah buku ini. Insya Allah, Anda akan mengerti bagaimana seharusnya menjalani hidup, lalu kelak meninggalkan jejak-jejak semerbak di dunia dan di akhirat.” (Pengantar buku Syeikh Ahmad Yasin; Syahid yang Membangunkan Ummat , hal.ix-xi)

Sahabatku…
Setiap kali aku membaca kalimat-kalimat yang kutulis sendiri itu, setiap kali itu pula aku perasaan malu dalam jiwaku membuncah. Entah apa yang sanggup kita katakan? Tubuh yang sempurna ini, bukankah kelak ia akan ditanya tentang apa yang telah kita perbuat dengannya? Mata yang indah ini, wajah yang sempurna ini, bibir yang cantik ini, kedua tangan yang lengkap ini, kedua kaki yang tegap melangkah ini; Sahabat, tentang semua nikmat ini, bukankah kita akan dihisab?? Tapi sejauh ini, jejak kebaikan apakah yang telah kita tinggalkan melalui setiap anggota tubuh dan panca indera kita yang luar biasa kenikmatannya itu?

Kita seringkali ditanya, dan jawaban kita pun menjadi klise belaka, “Hidup ini untuk beribadah.” Benarkah? Maksudku, benarkah jawaban itu keluar dari hati yang sungguh-sungguh meyakininya? Atau mungkin itu hanya menjadi –seperti biasa- pemanis bibir kita saja, terutama kerana orang lain sudah terlanjur menganggap kita manusia soleh kekasih Tuhan? Ah, sudahlah…Ini semakin membuatku malu. Seorang ulama salaf pernah mengungkapkan pada muriid-muridnya –ia hairan mengapa mereka begitu betah duduk bersamanya-, “Seandainya dosa-dosa itu mengeluarkan aroma yang busuk dari para pelakunya, maka pasti kalian tidak akan berlama-lama duduk di majlisku ini.” Demikian ungkapnya. Lalu kita, ya, kita, sahabat, apa yang akan kita katakan?
Sahabatku…
Maka mulailah menghitung jejak-jejak yang tersisa. Dan jangan pernah bosan untuk bertanya di setiap jejak-jejak itu, “Untuk apa aku hidup? Jejak apakah yang nanti akan tertoreh dalam catatan amalku?” Ingatlah, di kehidupan abadi itu sudah pasti kita tidak akan bersama lagi. Kerana aku dan kau, setiap kita hanya akan mempertanggungjawabkan semua secara sendiri-sendiri. Yah, sendiri-sendiri. Tidak ada ayah, ibu, anak, isteri, saudara atau sahabat seperjuangan. Hanya aku sendiri. Dan engkau pun sendiri. Sungguh menakutkan. Dan terlalu mencekam.



PADA AKHIRNYA HARUS MEMILIH ISLAM ATAU PENENTANG ISLAM.
KERANA TEMPAT KEMBALI KITA HANYA SURGA ATAU NERAKA.
Kenapa kita hidup? kerana Takdir
Untuk apa kita hidup? Untuk menjalankan amanah
bagaimana kita hidup? tergantung situasi dan kondisi.

Saturday, December 18, 2010

Doa ku untuk mu sahabat...

Doa ku untuk mu sahabat... 


dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.. 


Ya Allah ...
Panjangkanlah umur sahabatku. Kurniakanlah kesihatan yang baik padanya,
terangi hatinya dengan nur pancaran iman. Tetapkanlah hatinya,  perluaskanlah rezekinya, dekatkanlah hatinya kepada kebaikan,
jauhkanlah hatinya pada kejahatan, tunaikanlah hajatnya baik hajat dalam agama,dunia dan akhirat......

Ya Muhaimin ...
Jika dia jatuh hati izinkanlah dia menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar tidak terjatuh dia dalam jurang cinta nafsu ...
Jagalah hatinya agar tidak berpaling daripada melabuhkan hatinya pada hati-Mu,
Jika dia rindu, rindukanlah dia pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu......


Ya Allah ...
Jangan biarkan sahabatku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kejalan-Mu.. jika kau halalkan aku merindui sahabatku,
janganlah aku melampaui batas sehingga melupakan daku pada cinta hakiki,
rindu abadi dan kasih sejati hanya untuk-Mu....

Ya Allah ...
kurniakanlah sahabatku kesenangan, ketenangan, kecemerlangan dan hidayah dari-Mu dalam menempuh cabaran serta liku-liku hidup di dunia dan di akhirat kelak... insya-Allah...

Amin ya rabbal alamin.....



Istimewa buat sahabatku....Shafiq, Fairi, Adzfar, Hafizuddin, E-pir, NuarFahkrulSyamim & Faizi..........

Sunday, August 1, 2010

KHUTBAH NABI MUHAMMAD S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN



Assalammualaikum....
dah lame aq xtulis pape dlm bl0g aq nie...
kblakangan nie aq sbuk ckit dgn study...
tp tbe2 pg nie aq trse nk update blog aq nie...
mnjlang ramadhan nie aq nk berk0ngsi ckit ttang 1 khutbah dari baginda Rasulullah S.A.W tentang bulan Ramadhan...
sme2la kite renungkan n smoga kita smue mndapat manfaat drpdenye....


"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan."
  "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka "Selamat datanglah" kepadanya."Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu kewajiban, dan qiam dimalam harinya suatu tatawwu'.
  Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan sesuatu fardhu didalam bulan yang lainnya. Barangsiapa menunaikan sesuatu fardhu dalam bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu dibulan lainnya. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertulungan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin didalamnya.
  Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, yang demikian itu adalah pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa. Allah memberikan pahala itu kepada orang yang memberikan walaupun sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya Rahmah, pertengahannya ampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari neraka. Barangsiapa yang meringankan beban seseorang (yang membantunya) niscaya Allah mengampuni dosanya. Oleh itu banyakkanlah yang empat perkara dibulan Ramadhan.
  Dua perkara untuk mendatangkan keredhaan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya tiada tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepada-Nya.
Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan
perlindungan dari neraka. Barangsiapa memberi minum orang yang
berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk kedalam surga."

 
(H.R.Ibnu Khuzaimah).....

Wednesday, April 21, 2010

sahabat sejati.........

‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’
“Sebaik baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim)

ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.
Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:
“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya.”

Dalam Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.
Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: “Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud).

Bak kata pepatah Arab, “Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”

Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik?
Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:
  • Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
  • Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
  • Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
  • Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
  • Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
  • Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
  • Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
  • Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu;
  • Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
  • Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
  • Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
  • Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan;
  • Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat;
  • Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.
Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.
Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:
  • Sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.
  • Sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
  • Sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang dia tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu atau mengkhianati amanahmu. Bila telah di percayai, dia khianati. Bila telah di cintai, dia dustakan.
  • Sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka berpesta, suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan yang melalaikan.
  • Sahabat yang membawamu semakin jauh dari Allah. Seorang yang tidak menambah kebajikanmu di dunia, lebih2 lagi di akhirat. Seorang yang tidak menambah manfaat kehidupanmu di akhirat, bukanlah temanmu yang sebenar.
Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Berkawanlah kerana Allah untuk mencari redha-Nya.

Sunday, April 18, 2010

Sinar Cahaya Ayat Kursi

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yang duduk di atas pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehingga Baginda mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia akan masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur,
Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan
rahmat padanya.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda, 'Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat....'

'Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia-mu, utamakan SHOLAT dan ZAKAT
untuk Akhirat-mu'

Subhanallah. ...

Saturday, April 17, 2010

Keistimewaan doa waktu sujud....

Sewaktu bersujud, kita berada amat hampir dengan Allah. Katakanlah apa sahaja di dalam hati hajat kita sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah s. a. w. yang biasa memanjangkan sujudnya dengan memperbanyakkan zikir dan doa didalamnya.

Sabda Rasulullah s. a. w :- "Suasana yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah di kala ia bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya."

Banyak doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti. Salah satunya yang paling baik untuk diamalkan ialah doa yang dibaca sewaktu sujud akhir dalam solat.

"Ya Allah, tambahkanlah bagiku rezeki yang banyak lagi halal, imam yang benar, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar."

Semoga dengan mengamalkan doa itu kita mendapat manfaat atau sekurang-kurangnya menjadi cita-cita kita dalam mencari keredhaan Allah dunia dan akhirat. Banyak kelebihan memanjangkan sujud dan memperbanyakkan doa di dalamnya. Rasulullah s. a. w biasa berbuat begitu sehingga pernah para sahabat hairan kerana lamanya baginda bersujud.

Keistimewaan umatnya yang bersujud telah disebut oleh baginda dalam sabdanya yang bermaksud:-

"Tiadalah ada seorang umatku melainkan aku yang akan mengenalinya di hari kiamat"

Mendengar itu para sahabat bertanya: "Bagaimanakah engkau dapat mengenali mereka dalam khalayak ramai wahai Rasulullah?"

Jawab baginda: "Tidakkah engkau melihat seandainya sekumpulan unta dimasuki oleh seekor kuda yang amat hitam, sedang di dalamnya pula
terdapat sekor kuda putih bersih, maka adakah engkau tidak dapat mengenalinya? "

Sahabat Menjawab: "Bahkan !" Rasulullah menyambung: "Kerana sesungguhnya pada hari itu (kiamat) muka umatku akan putih (berser- seri) disebabkan mereka bersujud (di dunia), segala anggota mereka ( terutama anggota wudu') putih berseri-seri oleh cahaya wudhu' !!!"
KEISTIMEWAANNYA
———————
Ahli neraka juga mendapat keselamatan kerana bekas sujudnya. Rasulullah s. a. w. bersabda yang bermaksud:-

"Apabila Allah hendak melimpahkan Rahmat (kebaikan) kepada ahli-ahli neraka yang Dia kehendaki, Dia pun memerintahkan malaikat supaya
mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, lalu mereka dikeluarkan dan mereka dikenali dengan kesan-kesan sujud (di dahi mereka), di mana Allah menegah neraka memakan (menghapuskan) bekas-bekas sujud itu, lalu mereka pun keluar dari neraka, maka setiap tubuh anak Adam akan dimakan api neraka selain bekas sujud"

Begitulah Allah memuliakan hamba-Nya yang bersujud. Orang yang sujud mendapat keistimewaannya apatah lagi di dalam sujud itu kita berdoa. Sudah tentu mendapat perhatian yang sewajarnya. Semoga kita akan menjadi hamba yang benar-benar mendapat rahmat.

Wassalam.

"Tunjangkanlah resah mu di dada SOLAT, Himpunkan perit mu di genggaman DOA; Tutupi kekecewaan mu dgn keTAQWAan dan Nilaikan kesucian hati mu dgn keIKHLASAN hati."

Jangan Bersedih, Tunggulah Jalan Keluar.......

 
            Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi disebutkan: "Sebaik-baik ibadah adalah menunggu jalan keluar."
 
“Bukankah waktu subuh itu sudah dekat?”
(QS. Hud: 81)
 
            Cahaya fajar bagi orang-orang yang ditimpa kesedihan itu telah menyebar, maka jelanglah pagi dan tunggulah kemenangan dari Sang Penakhluk.
 
            Orang Arab berkata, "Jika seutas tali sudah sangat meregang, nescaya ia akan segera putus” Artinya: Jika persoalannya sudah mencapai tahap kritikal, maka tunggulah jalan keluar menjelma. Allah berfirman,
 
“Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya”
(QS. Al-Baqarah: 286)
 
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan
baginya jalan keluar”
(QS. Ath-Thalaq: 2)
 
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan menghapus
kesalahan-kesalahan nya dan akan melipatgandakan pahalanya”
(QS. Ath-Thalaq: 5)
 
“Dan, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan
baginya jalan kemudahan dalam urusannya”
(QS. Ath-Thalaq: 4)
 
            Salah seorang penyair berkata,
            Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa dan betapa banyak kegembiraan datang setelah kesusahan. Siapa yang berbaik sangka pada Pemilik 'Arasy dia akan memetik manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri
 
            Dalam sebuah hadis Qudsi disebutkan: "Aku sesuai sangkaan hamba- Ku kepada-Ku, maka ia bebas berprangsaka apa saja kepada-Ku." Allah berfirman,
 
“Hingga apabila Rasul-rasul berputus asa terhadap kaumnya yang ingkar dan menyangka bahawa mereka telah disifatkan oleh kaumnya sebagai orang-orang yang berdusta, datanglah pertolongan Kami kepada mereka, lalu diselamatkanlah sesiapa yang Kami kehendaki”
(QS. Yusuf: 110)
 
“Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan. Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan”
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
 
            Ada sebuah pernyataan yang beredar di kalangan ahli tafsir, yang bahkan menurut sebahagian dari mereka ditetapkan sebagai hadis. Pernyataan berbunyi demikian: "Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan."
 
“Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat”
(QS. Al-Baqarah: 214)
 
“Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang memperbaiki amalannya”
(QS. Al-A'raf: 56)
 
            Dalam sebuah hadis sahih disebutkan: "Ketahuilah bahawa pertolongan itu ada bersama dengan kesabaran dan jalan keluar itu akan selalu beriringan dengan cubaan."
 
            Seorang penyair berkata,
            Jika persoalan telah sangat sulit, tunggulah jalan keluarnya, sebab ia akan segera menemukan jalan keluarnya.
           
            Penyair yang lain berkata,
            Banyak mata yang tetap celik dan banyak pula yang tidur dalam masalah yang mungkin terjadi atau tidak akan terjadi. Tinggalkanlah kesedihan sedapat yang engkau lakukan sebab jika engkau terus bersedih engkau akan berubah menjadi gila. Sesungguhnya Rabb yang telah mencukupimu sebelumnya. Dia kan mencukupimu esok dan hari-hari mendatang
 
            Penyair yang lain mengatakan,
Biarkanlah takdir berjalan dengan tali kekangnya dan janganlah engkau tidur kecuali dengan hati yang bersih. Tidak ada di antara kerdipan mata dan celiknya kecuali Allah akan mengubah dari keadaan ke keadaan lainnya.

kerana sehelai bulu mata.....

Diceritakan di hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Dia dituduh bersalah kerana mensia-siakan hidupnya di dunia utk berbuat maksiat. Namun begitu dia berkeras membantah, “Tidak demi langit dan bumi,sungguh tidak benar. saya tak pernah malakukan perkara itu…”

“Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul² telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa”

Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu merenung segenap penjuru ruang yg ada. Kemudian dia pun menyanggah, “mana saksi2 yg engkau maksudkan? disini tiada sesiapa melainkan aku dan suaramu sahaja.”

Jawab malaikat, “Inilah saksi-saksimu…”

Tiba-tiba mata berbicara, “Saya yang memandang,”

disusuli dengan telinga, “Saya yang mendengar perkara itu”

Hidung pun tidak ketinggalan, “Saya yang mencium”

Bibir pun mengaku dengan slumbernye, “Saya yang merayu”

Lidah menambah dengan berani, “Saya yang menjilat dan menghisap”

Tangan tanpa malu meneruskan, “Saya yang meraba dan meramas”

Kaki pula menyusul, “Saya yang berjalan dan berlari semasa itu”

“Nah kalau dibiarkan kesemua anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu,” ujar malaikat. Orang tersebut x dapat membuka sanggahnya lagi. Ia berputus asa dan amat berduka kerana sebentar lagi ia akan dihumban ke dalam neraka jahannam.. Padahal ia amat berharap agar segala perbuatan jahatnya dapat diselindungi. Tatkala dia sedang dilanda kesedihan, tiba-tiba terdengar satu suara yg amat lembut dari sehelai bulu mata berbunyi, ” Saya pun ingin mengangkat sumpah untuk menjadi saksi dalam perkara ini.” Malaikat menjawab dengan tenang, “Silakan wahai bulu mata”

“Terus terang sahaja, menjelang ajalnya pada satu malam yang hening, aku pernah dibasahi dengan juraian air mata penyesalan mengenangkan segala perbuatan keji yang telah dilakukan. Bukankah rasulnya telah berjanji, apabila ada seora ng hamba yang ingin bertaubat, walaupun sehelai bulu mata sahaja yg dibasahi dengan air mata, demikian itu diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka, saya sehelai bulu mata, berani tampil sebagai saksi bahawa dia telah bertaubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”

Dengan kesaksian bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan segera dihantar ke syurga:

“Lihatlah hamba Allah ini masuk syurga kerana pertolongan bulu mata..”

Dah Jadi Pakcik!!!

hikhik.....smlm aq dpt msj dr akak aq.....akak aq dah selamat bersalin anak pertamenye.....alhamdulillah
s0 aq dah jadi pakcik skrg...^_^.....huhuuuu....rse dah mkin tua plak.....xlme lame ag gliran aq plak...hahaa....
gurau jer....insyaallah...ag cpt ag bgus....hikhik.....xsbar rse nye nk blik rumah.....dah lmer xblik rumah....rindu pd ayah n emak...adik aleeya lg rindu....ujung bulan nie aq akan cbe blik walau pe pon y terjd....huhuu....tp wat mse skrg kne la fokus pd pljaran....mkin lme dah mkin mncbar kt tmpt bljr nie....
tp aq akan usaha sdye upye n slbihnya tawakkal...aq taw ALLAH itu maha penyayang....DIA pasti dgr doa aq...walaupon lmbt tp psti akan tertunai jgak....aamin...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...